Friday, June 14, 2013

Panduan Membuat Makalah : Analisis Lingkungan Bisnis

Pengajar : Siti Adiprigandari Adiwoso Suprapto, PhD


I. Maksud dan Tujuan Makalah: 


Peserta program ditugaskan membuat makalah akhir dengan tujuan agar peserta program dapat melakukan analisis lingkungan bisnis yang berguna dalam menentukan strategi bisnis di masa mendatang. Maksud penerapan untuk meningkatkan keterampilan dan kepekaan peserta dalam mengkritisi dan mengambil kesempatan dari isyu di lingkungan non-pasar yang berkembang. Bagi mereka yang tidak bergerak dalam bidang bisnis, alat analisis lingkungan ini juga berguna mengingat setiap organisasi perlu menentukan strategi menghadapi lingkungan non-pasar. 


II.Isi Makalah: 


(a) Profil Perusahaan/Organisasi: Peserta diharapkan menentukan terlebih dahulu perusahaan atau organisasi yang akan menjadi titik tolak bagi analisis lingkungan bisnis. Dengan kata lain, analisis dilakukan bagi kepentingan penentuan strategi perusahaan atau organisasi tersebut. Untuk memperoleh kejelasan titik tolak perusahaan atau organisasi yang akan menggunakan analisis lingkungan ini, maka peserta terlebih dahulu menuliskan profil dari perusahaan atau organisasi tersebut dengan menguraikan hal-hal yang relevan bagi pemahaman mengenai kondisi yang kini dihadapi bisnis/organisasi tersebut. Mengingat sektor usaha/organisasi dimana perusahaan/organisasi berkecimpung sangat menentukan isyu-isyu lingkungan bisnis yang relevan untuk dianalisis maka informasi menenai sektor usaha harus menjadi bagian dari profil perusahaan/organisasi. 


(b) Faktor dan Isyu yang terkait: Setelah menentukan profil tersebut peserta harus mencari dari surat kabar atau majalah ataupun sumber lain isyu-isyu yang relevan dan penting bagi perusahaan tersebut untuk dianalisis. Isyu-isyu tersebut diklasifikasikan sesuai faktor yang terkait. Sebagai contoh: Isyu mengenai kenaikan harga BBM. Karena kenaikan harga BBM langsung masuk wilayah faktor ekonomi, maka isyu ini diklasifikasi sebagai isyu faktor ekonomi. Peserta diminta untuk mengidentifikasi selain isyu yang langsung terkait dengan faktor ekonomi juga isyu-isyu lain yang terkait dengan faktor politik, demografi, lingkungan dan sosial yang relevan bagi perusahaan.


(c) Identifikasi Institusi dan Kelompok Pemangku Kepentingan (Interest Group): Untuk setiap isyu peserta harus menganalisis institusi formal ataupun informal yang terkait atau memiliki kepentingan terhadap isyu tersebut, baik karena memiliki perspektif sendiri ataupun memperoleh dampak dari perkembangan isyu tersebut. Untuk dapat melakukan analisis ini, peserta harus menggunakan sumber bacaan ataupun memperoleh informasi dari data sekunder ataupun primer.


(d) Inferensi Perspekif (informasi) setiap Pemangku Kepentingan (Interest Group) terhadap Isyu: Untuk setiap interest group/pemangku kepentingan jelaskan perspektif mereka mengenai isyu tersebut. Peserta harus menghindarkan deskripsi atau memberikan perspektif dari sudut pandangnya. Peserta harus menggali apa yang menjadi persepektif dari kelompok pemangku kepentingan tersebut. 



Sebagai contoh: Isyu kenaikan harga BBM: yang merupakan faktor ekonomi. Salah satu institusi yang relevan bila bisnis saya adalah perusahaan pembuatan furnitur kayu adalah Asosiasi Pengusaha Kayu dan pemangku kepentingan (interest group) yang relevan bagi perusahaan saya adalah unit dalam asosiasi tersebut yang berurusan dengan kementerian perdagangan. Kini yang harus saya ketahui adalah bagaimana perspektif unit ini terhadap kenaikan harga BBM. Perspektif unit ini dapat berupa:


ü Bagaimana unit ini melihat hubungan antara kenaikan harga BBM dengan kondisi ekonomi makro Indonesia: misalnya: ’Menurut sudut pandang unit yg berurusan dengan kementerian perdagangan dalam Asosiasi Pengusaha ini, kenaikan BBM tidak terelakkan karena subsidi pemerintah dari tahun ke tahun untuk menekan harga minyak di dalam negeri makin meningkat. Subsidi demikian tidak sehat bagi perkembangan pasar bebas”. 


ü Bagaimana unit ini melihat dampak dari kenaikan BBM terhadap perdagangan kayu di Indonesia: ’kenaikan harga BBM akan langsung terkait dengan biaya transportasi dan biaya produksi karenanya akan naik dan kenaikan ini harus ditanggung konsumen. Kenaikan ini dapat di ’offset’ oleh pengusaha mebel ekspo untuk mempertahankan daya saingnya. Daya saing tetap bisa terjaga kalau nilai tukar rupiah terhadap dollar melemah karena pendapatan dalam dollar. Bagi mebel untuk konsumsi dalam negeri akan terjadi kenaikan. Tetapi kalau terlalu tinggi naiknya, produk mebel perdagangannya menjadi sepi. Kemudahan diperlukan dari pemerintah untuk mengatasi kenaikan ini.



(e) Pemilahan Pemangku Kepentingan yang perlu diperhatikan dan Opsi Strategi yang dikembangkan terhadap Pemangku Kepentingan tersebut: Atas dasar analisis tiap isyu dan tiap perspektif dari tiap pemangku kepentingan (interest group/stakeholders) tersebut, maka diperoleh gambaran, kelompok pemangku kepentingan mana yang perlu dipertimbangkan dan perhatikan. Kemudian tentukan sejumlah alternatif atau opsi strategi perusahaan menghadapi pemangku kepentingan bersangkutan. Opsi strategi ini harus untuk setiap pemangku kepentingan yang dianggap perlu perhatian.


(f) Proses Eliminasi Opsi Strategi: Jelaskan faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan dalam proses eliminasi opsi strategi yang menjadi landasan mengapa suatu opsi lebih disukai daripada opsi lainnya. 


(g) Kesimpulan: Jelaskan sejumlah saran yang dapat anda ajukan pada perusahaan menghadapi tiap pemangku kepentingan berdasarkan tiap isyu yang anda identifikasi.


III. Susunan Daftar Isi:


Kata Pengantar


1. Profil Perusahaan


2. Isyu-isyu Utama Lingkungan Non-Pasar yang dihadapi Perusahaan 


3. Analisis terhadap Isyu Utama menurut Pandangan Pemangku Kepentingan 


4. Proses Pemilahan Strategi Perusahaan menghadapi Pemangku Kepentingan 


5. Kesimpulan dan Saran .


IV. Jumlah halaman: Batasi tulisan anda maksimum 35 halaman diketik dengan jarak spasi 1.5, dan menggunakan fons Time Roman atau Arial Narrow ukuran 12.

BACA JUGA

Ditulis Oleh : Mario Stroger // 11:13 AM

0 comments:

Post a Comment