• Home
  • About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Advertise

Tujuan I - Pendidikan Online

Tujuan I -  Pendidikan Online

Ahok Djarot Pilkada DKI

  • AHOK DJAROT PILKADA DKI
  • Home
  • DUNIA KESEHATAN
  • HUKUM PIDANA
  • MANAJEMEN
  • DAFTAR OBAT MUNTAH
  • SURAT LAMARAN KERJA
  • ▼
Home → Semua Post Berkategori Kanker
Showing posts with label Kanker. Show all posts
Showing posts with label Kanker. Show all posts
Apa Itu Ascaris lumbricoides

Apa Itu Ascaris lumbricoides

Unknown
10:25 AM
Ascaris lumbricoides 


Cacing ini sering menginfeksi anak dibawah umur, telurnya sangat tahan hidup sampai berbulan-bulan. Telur tersebut tahan terhadap formalin 2%, dan beberapa jenis asam. Cacing banyak menginfeksi anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia. Cacing jantan berukuran panjang 15-31 cm dengan diameter 2-4 mm, dan betinanya berukuran panjang 20-40 cm dan diameter 3-6 mm. 

Daur hidup 

Cacing dewasa hidup dalam usus halus (usus kecil), memakan sari makan dalam usus (diduga menembus mukosa usus untuk menghisap darah). Kopulasi (kawin) terjadi dalam usus. Cacing betina dapat memproduksi telur sampai 27 juta butir/ekor, dengan ukuran telur 60-70 mm X 40-50 mm. Kulit telur transparan dengan diselaputi lendir albumin yang berwarna kecoklatan. 

Telur yang dibuahi membentuk zigot dan keluar bersama feses. Zigot berkembang pada suhu optimun (15,5-30oC), mati pada suhu 38oC. Pada kondisi alamiah telur berkembang dalam tanah aerobik dan membentuk larva didalam telur selama 10-14 hari (pada fase ini bila tertelan tidak menyebabkan infeksi). Tetapi bila bentul L1 berkembang dan membentuk L2 dalam telur, maka telur tersebut menjadi telur infektif. 

Bilamana telur infektif tertelan maka L2 menetas dan secara aktif menembus dinding mukosa usus dan terbawa ke hati melalui saluran limfe usus atau venula usus. Dari hati larva terbawa kebilik kanan jantung dan kemudian ke paru-paru melalui arteri paru-paru. Larva biasanya tinggal dalam paru selama beberapa hari dan tumbuh bergerak melewati kapiler masuk kedalam alveoli. Kemudian bergerak ke bronchioli, bronchi, trachea menuju glottis. Penderita terbatuk dan larva tertelan dan masuk kedalam saluran pencernaan menuju usus halus kemudian menjadi dewasa. 

Selama proses migrasi tersebut larva tumbuh dari ukuran 200 mm sampai 300 mm. Ecdysis terjadi dalam usus halus dalam selang waktu 25-29 hari setelah larva tertelan. Hanya larva yang mencapai moulting yang ke 4 yang dapat hidup menjadi dewasa. 

Patologi 

Infeksi ringan: Terjadi kerusakan kecil karena penetrasi melalui dinding mukosa usus oleh larva yang baru menetas (L2). Terjadi respon peradangan (inflamatory respons) pada saat larva bermigrasi yaitu pada organ limpa, hati, kelenjar limfe dan otak. Hal tersebut juga terjadi pada saat larva bergerak dari kapiler paru ke sistem respirasi sehingga menyebabkan perdarahan kecil (foci haemoragik). 

Infeksi berat: Terjadi bila sejumlah besar larva penetrasi melalui dinding usus sehingga menimbulkan perdarahan pada dinding usus dan pada waktu bermigrasi ke paru akan menimbuklkan pneumonia pada area yang luas sehingga dapat menyebabkan kematian (Ascaris pneumonitis). Bilamana sejumlah cacing dewasa ada dalam usus, dapat menimbulkan gejala sakit perut, asthma, insomnia dan sakit pada mata. Disamping itu akan menimbulkan respon alergik bilamana cacing mengeluarkan bahan ekskresi maupun sekresi. Sejumlah cacing dewasa dalam usus akan menyumbat saluran usus yang mengakibatkan cacing dewasa menembus dinding usus atau apendiks usus. Hal tersebut menyebabkan peritonitis yang mengakibatkan kematian pada penderita. Bila cacing masuk kedalam apendiks dapat menimbulkan perdarahan lokal. 

Diagnosis 

Diagnosis secara akurat pada waktu terjadi migrasi larva sulit dilakukan. Dengan melakukan pemeriksaan pada dahak (sputum) penderita kadang dapat dilakukan. Diagnosis pada umumnya dilakukan dengan memeriksa telur cacing pada feses penderita atau cacing dewasa yang keluar dari anus penderita. Diagnosis juga dapat dilakukan dengan gejala patogenik yang diderita pasien tetapi kebanyakan infeksi ringan tidak menunjukkan gejala. 

Pengobatan 

Beberapa obat aman diberikan dan efektif yaitu piperazin sering digunakan dan cukup efisien. Obat lainnya seperti levamisol, pyrantel dan mebendazol juga cukup baik.
APA ITU PARASITOLOGI

APA ITU PARASITOLOGI

Unknown
10:23 AM

PARASITOLOGI 



Konsep dasar: 

Pada dasarnya ilmu parasitologi adalah mempelajari mengenai “simbiosis”, terutama bentuk suatu organisme yang bersifat parasit. Dua organisme yang hidup bersama dan menguntungkan bagi salah satu atau kedua simbiont tersebut. Biasanya kedua simbiont adalah merupakan organisme yang berbeda spesies, tetapi juga dapat dari spesies yang sama. 

Dari kehidupan yang simbiosis tersebut, dapat dikelompokkan dalam kategori yang berbeda menurut hubungan antara kedua simbiont tersebut. Sehingga ada beberapa jenis simbiosis tersebut yaitu: 

Phoresis: 

Adalah sistem simbiosis dimana satu simbiont membawa simbiont lainnya dan secara fisiologik mereka saling bergantung. Biasanya salah satu “phoront” lebih kecil dari lainnya. Misalnya : spora jamur menempel pada kaki lebah. 

Mutualisme: 

Adalah simbiosis yang saling menguntungkan, dimana organisme satu secara fisiologik bergantung pada organisme lainnya dimana satu organisme tidak dapat hidup terpisah dari organisme lainnya. Misalnya: Protozoa dan fauna yang hidup didalam usus rayap. 

Commensalisme 

Adalah simbiosis dimana salah satu organisme hidup dalam organisme lainnya tetapi tidak mempengaruhi secara fisiologik pada organisme yang ditempati (hospes), tetapi organisme tersebut tidak dapat hidup diluar hospes. Ada dua bentuk yaitu: ekto commensalisme (hidup diluar tubuh hospes) dan endocommensalisme (hidup didalam tubuh hospes). Misalnya: Entamoeba ginggivalis, hidup dalam mulut orang. Organisme tersebut memakan bakteri, sisa makanan, sel epitel yang mati, tetapi tidak menyebabkan sakit pada hospes. Organisme tersebut tidak dapat hidup ditempat lain. 

Parasitisme 

Organisme yang hidup di dalam hospes dan menyebabkan sakit pada hospes. Ada dua bentuk yaitu ektoparasit dan endoparasit. 

Hospes/host/induk semang/inang 



Hospes definitif: 

Adalah hospes dimana parasit hidup dapat mencapai kedewasaan dan bereproduksi. 

Hospes intermediate: 

Adalah hospes dimana parasit hidup tidak mencapai kedewasaan (sebagian dari daur hidupnya). 

Paratenik: 

Parasit yang masuk dalam hospes, tetapi tidak berkembang dan tetap hidup dan dapat menginfeksi ke hospes difinitif (Dioctophyma renale). 

Hospes spesifik: 

Parasit dapat hidup dan berkembang biak hanya dalam satu atau dua hospes saja (Taenia solium). 

Hospes reservoar: 

Hewan yang secara normal terinfeksi parasit (tidak sakit), tetapi parasit tersebut dapat menginfeksi orang dan menimbulkan sakit.
HELMINTOLOGI

Class
Ordo
Famili
Spesies
Organ
Nematoda
Ascaridata
Ascaridae
Ascaris lumbricoides
Usus

Oxyurata
Oxyuridae
Enterobius vermiculatus
Usus

Trichurata
Trichuridae
Trichuris trichura
Gastro-intestinal

Filariata
Onchocercidae
Wucheria bancrofti
Saluran limfe



Onchocerca volvulus
Kulit



Loa- loa
Sub cutaneus
mata

Dioctophymata
Dioctophymati-dae
Dioctophyma renale
ginjal

Rhabditata
Rhabdiasidae
Strongyloides stercorales
Paru, intestinal

Strongylata
ancylostomidae
Strongyloides spp
Usus, paru



Ancylostoma duodenale
Usus, paru
Trematoda
Strigeata
Schistosomati-dae
Schistosoma haematobium
Vena vesica urinaria



S. mansoni
Vena porta hepatis, usus besar



S. japonicum
Usus kecil

Echinostomata
Echinostomati-dae
Echinostoma revolutum
Interstitial

Plagiorchiata
Troglotremati-dae
Paragonimus westermanii
Paru, otak dan viscera

Opisthorchiata
Opisthorchii-dae
Clonorchis sinensis
Hati



Cestoda
Pseudophylli-dea
Diphyllobotrii-dae
Diphylobotrium latum


Cyclophylidea
Taeniidae
Taeniarhynchus saginatus (dewasa); Cysticercosis bovis
(larva)
Usus manusia



Daging sapi




Taenia solium
(dewasa)
Cysticercus cellulosae
(larva)
Usus manusia


Daging babi



Echinococcus granulosus (dewasa)
Hydatidosis (cysta)




Echinococcus multilocularis (dewasa)
Hydatid multilocularis (larva)



Hymenolepidi-dae
Vampirolopsis nana




Hymenolepis diminuta



Deteksi Kanker Leher Rahim Sejak Dini

Deteksi Kanker Leher Rahim Sejak Dini

Unknown
10:17 AM
Deteksi Kanker Leher Rahim Sejak Dini 

KANKER leher rahim atau yang lebih dikenal dengan nama kanker serviks merupakan penyakit nomor satu yang membunuh kaum Hawa di Indonesia. Disusul kemudian kasus kanker payudara dan kanker paru.

Salah satu penyebab hilangnya nyawa manusia dengan mudah itu karena informasi yang berkaitan dengan kanker serviks belum dapat menjangkau seluruh masyarakat, terutama wanita. Padahal, semua wanita berisiko terkena kanker yang menyerang organ utama mereka.

Menyadari pentingnya pengetahuan mengenai penyakit ini, maka sudah seharusnya kaum wanita meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan kanker serviks. 

Dari data yang diungkap Poli Onkologi Satu Atap (POSI) Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo, menyebutkan, kasus kanker leher rahim dari tahun ke tahun cenderung terus meningkat. 

Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap 30-35 wanita yang mengeluhkan nyeri, 5-8 wanita diantaranya dinyatakan positif terkena kanker leher rahim. Sedangkan, jumlah kasus baru kanker leher rahim yang ditemukan dari pemeriksaan di RSU dr Soetomo setiap tahun rata-rata mencapai 300-350 orang. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, sekitar 80% temuan kasus kanker leher rahim itu kondisinya sudah dalam tahap stadium lanjut.

Memutuskan mata rantai tingginya kasus kanker leher rahim tentu bukanlah perkara yang mudah. Sebab, ada banyak hambatan baik dari si penderita maupun kondisi di luar. Biasanya, penderita kanker leher rahim pada tahap dini tidak merasakan sakit sehingga cenderung mengabaikan. 

Di sisi lain, karena kondisi ekonomi yang pas pasan, biasanya penderita enggan periksa ke dokter atau melakukan operasi karena khawatir mahalnya biaya yang ditanggung. Selain itu, kondisi lingkungan dan budaya juga turut memengaruhi. 

Wanita yang tahu dirinya terkena kanker leher rahim atau kanker payudara belum tentu mau mengatakan masalahnya itu kepada suaminya karena khawatir akan ditinggal pergi atau menikah lagi. Tentu saja, selain kondisi di atas, masalah ketersediaan layanan kesehatan yang terbatas, jangkauan layanan, dan rendahnya komitmen pemerintah dalam menangani kasus kanker leher rahim juga menjadi masalah yang tak kalah rumit.

Mengenai kanker leher rahim, dr Agus Ali Fauzi, PGD PallMed (ECU) dari Poli Onkologi RSU dr Soetomo, memberikan penjelasan.

"Kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang bagian leher dari rahim. Kanker leher rahim ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papiloma Virus) yang ditularkan melalui hubungan seksual," ungkapnya.

Mereka yang beresiko terkena kanker leher rahim, kata dia, salah satunya adalah wanita yang menikah muda di bawah usia 20 tahun, memiliki banyak anak, atau mereka yang sering berganti-ganti pasangan. Bahkan, penyakit nomor dua yang membunuh kaum hawa di Asia ini pun dapat menyerang pria.

"Laki-laki yang belum disunat juga bisa menjadi pemicu kanker leher rahim. Jadi, kanker leher rahim ini sebetulnya bukan hanya masalah wanita, tapi juga masalah pria," paparnya. 

Kendati penyakit ini dapat merenggut nyawa satu orang di setiap harinya, bahkan di setiap jamnya, lebih dari 50% penderita kanker serviks berobat dalam stadium lanjut sehingga penyakit itu sulit disembuhkan. Untuk itu, kaum hawa perlu melakukan deteksi dini dan segera melakukan tindakan penyembuhan.

"Sebetulnya, kanker leher rahim bisa disembuhkan kalau ditemukan dalam stadium dini yakni pada tahap penyakit kanker ini baru mulai membuat kerusakan. Semakin cepat kanker ini ditemukan, semakin besar kemungkinannya untuk dapat disembuhkan," tandasnya.(Muhammad Roqib/Sindo/nsa) 



====== 


Kanker Rahim 

Seks tidak hanya untuk rekreasi tapi juga prokreasi. Dan salah satu bagian penting yang ikut berpengaruh dalam fugsi pro-kreasi tersebut adalah rahim.
Kanker, baru mendengar namanya saja, penyakit yang satu ini pasti langsung bikin ciut nyali kita. Karena sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan secara optimal. 

Apalagi ada kanker yang secara spesifik hanya menyerang perempuan , yaitu kanker rahim. Menurut penelitian kanker rahim menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian tertinggi bagi wanita. 

Tapi tidak usah terlalu panic berlebihan, karena ada berita baik, bahwa kita bisa mencegah penyakit ini agar tidakmampir ke tubuh kita dan masih bisa disembuhkan secara total. Asalkan kita sudah mendeteksinya secara dini. Karena itu kita perlu mengenal lebih jauh tentang penyakit ini. 

KENALI SATU-SATU 

Sebelum kita mengetahui cara pencegahan kanker rahim, kita harus mengenal terlebih dahulu secara detail tentang rahim kita sendiri. Rahim memiliki tiga bagian yang rentan terkena kanker yaitu bagian leher rahim, badan rahim, dan indung telur. 

Masing-masing bagian ini memiliki ‘penggemar ‘ tersendiri.
Biasanya usia penderita kanker leher rahim berkisar antara 30-49 tahun. Kanker indung telur bisa saja diderita sejak usia belasan tahun sampai usia 60 tahun. Seddangkan penderita kanker badan rahim biasanya terjadi pada wanita yang telah memasuki masa post menopause, tapi 5% bisa dibawah usia 40 tahun. 

Berarti sampai umur 30 tahun nanti kita akan bebas kanker ? belum tentu..! karena harus dingat bahwa kebiasaan yang kita lakukan bisa mempengaruhi ‘nasib’ penyakit kita di usia 30 nanti. Saatnya ‘membuang’ bibit kanker agar kita tidak panen di usia 30-an nanti. 
SIAPA YANG BISA KENA ? 

Mereka yang memiliki resiko tinggi terkena kanker leher rahim adalah wanita menikah terlalu muda, di bawah 20 tahun. Selain itu wanita yang melakukan aktivitas seksual yang tidak sehat atau memiliki mitra seksual yang banyak , rentan terpapar oleh human papilloma virus (HPV) yang disinyalir merupakan penyebab terjadinya perubahan abnormal pada sel-sel rahim. 

Kebiasaan lain yang juga memperbesar resiko kanker leher rahim adalah merokok, tidak memelihara kebersihan vagina, serta memiliki pasangan yang beresiko tinggi. Kekurangan vitamin A,C,E yang mengandung antioksidan, yang positif memberikan kekebalan tubuh sehingga terlindung dari kanker, juga membuat kita rentan terkena kakner leher rahim ini. 

Semua penyebab tadi berdasarkan studi secra garis besar. Jadi kita tidak bisa menuduh seseorang begitu saja terkena kanker rahim akibat perilaku seksualnya yang tidak sehat. Mungkin saja ada factor lain diluar itu yang bisa menyebabkan kanker rwahim. 
DETEKSI DARI SEKARANG 

Dibandingkan kanker indung telur dan badan rahim, kanker yang terdapat pada leher rahim paling mudah dideteksi dengan test pap smear. Test ini digunakan untuk melihat apakah terjadi perubahan / perkembangan sel-sel leher rahim menjadi sel kanker. 




Proses pemeriksaannya juga tidak lama, hanya dalam waktu beberapa menit saja. Begitu kita telah melakukan aktivitas seksual, sebaiknya kita menjadwalkan secara rutin untuk pemeriksaan pap smear, setahun sekali. Misalnya dengan begini, terlihat adanya kelainan atau perkembangan sel diluar batas normal, bisa segera diketahui dan diobati. 

Selain itu,ada beberapa gejala yang harus kita waspadai. Jika mengalami keputihan yang tidak normal, berbau dan berwarna kehijauan, terjadi pendarahan di luar haid, isalnya setiap selesai senggama ada pendarahan , jangan tinggal diam, segera konsultasikan ke ginekolog. 

Sudah saatnya kita peduli pada tubuh sendiri. Begitu kita mengalami nyeri pinggul dan merasa sakit sat buang air kecil, kanker leher rahim itu sudah masuk ke stadium lebih lanjut. Tentunya kita tidak mau terkena kanker ini , jadi sebaiknya sebelum gejala ini datang pada diri kita. Lebih baik dari awal kita melakukan pemeriksaan walaupun tidak ada keluhan, karena tidak ada ruginya sama sekali. 



Penyakit Kanker Serviks Sering Menyerang Wanita

Penyakit Kanker Serviks Sering Menyerang Wanita

Unknown
10:16 AM
Perlukah dilakukan pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya pengobatan?
Pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya masa pengobatan adalah mutlak diperlukan untuk mendapatkan kepastian bahwa area yang telah diobati telah sembuh sama sekali. Biarpun metode pengobatan yang anda dapatkan sangat efektif, sel-sel yang abnormal kadang-kadang dapat kambuh lagi, bahkan dapat berkembang dengan derajat keparahan yang lebih tinggi. Jadi deteksi dini adalah hal yang sangat esensial sekali. Selama dua tahun pertama masa pengobatan anda, anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan 'Pap Smear' setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika setelah tiga kali pemeriksaan berturut-turut hasil 'Pap Smear' anda normal, ini berarti anda telah dapat dinyatakan sembuh, dan anda dapat melakukan pemeriksaan 'Pap Smear' tersebut setiap tahun sekali secara kontinyu.

Australia, 21 Desember 1999
Yohanes Riono 
======== 


Penyakit Kanker Leher Rahim (Serviks) 

Penyakit kanker leher rahim yang istilah kesehatannya adalah kanker servik (Cervical Cancer) merupakan kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).

Penyakit kanker servik ini disebabkan oleh beberapa jenis virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini menyebar melalui kontak sexual, HPV dapat menyerang semua perempuan disetiap waktu tanpa melihat umur ataupun gaya hidup. Banyak wanita yang dengan daya tahan tubuh yang baik mampu melawan infeksi HPV dengan sendirinya. Namun demikian, terkadang virus ini berujung pada terjadinya penyakit kanker.

Di Indonesia, Kanker Serviks adalah kanker pembunuh perempuan Indonesia no.1 tertinggi saat ini.(Pdpersi). "Setiap perempuan selama hidupnya beresiko terkena virus yang menyebabkan kanker serviks", terutama beresiko tinggi bagi mereka yang merokok, melahirkan banyak anak, memakai alat kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama, serta mereka yang terinfeksi HIV Aids.(MedlinePlus) 

· Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi
Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. 

· Mendeteksi Kanker Serviks
Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut "Pap smear test", sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim. Pap smear adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. 

· Tanda dan Gejala Kanker Serviks
Secara umum tanda dan gejalanya adalah terjadinya perdarahan vagina setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi. Sementara itu tanda lain yang mungkin timbul antara lain adalah : 
Hilangnya nafsu makan dan berat badan 
Nyeri tulang panggul dan tulang belakang 
Nyeri pada anggota gerak (kaki) 
Terjadi pembengkakan pada area kaki 
Keluarnya feaces menyertai urin melalui vagina 
Hingga terjadi patah tulang panggul 

Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui dan mendeteksi adanya kanker serviks pada diri seorang wanita. 

· Pengobatan Penyakit Kanker Serviks
Bagi Anda yang terdiagnosa mengalami perubahan abnormal sel sejak dini, maka dapat dilakukan beberapa hal seperti ; 
Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser. 
Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan. 


Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, Maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk penyembuhannya, antara lain ; 
Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya. 
Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. 

· Bagaimana Pencegahannya?
Ini merupakan berita yang sangat menarik, bahwa penyakit kanker leher rahim (kanker serviks) dapat dicegah. Yaitu dengan cara vaksinasi yang diberikan pada remaja putri dan perempuan dewasa. 

Vaksin ini diresmikan hak ciptanya pada tahun 2006, pengembangnya adalah sebuah perusahaan obat terbesar dunia yang berada di Amerika Serikat (Merck & Co., Inc.). Vaksin ini diberi nama "Gardasil". Vaksin tersebut, 



menurut WHO, juga efektif mencegah infeksi HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan hampir 90% dari semua jenis kanker leher rahim.

Pengenalan vaksin pencegah kanker serviks dan upaya untuk mendekatkan akses vaksin bagi masyarakat di diseluruh wilayah Indonesia diharapkan dapat menurunkan prevalensi kanker leher rahim serta meminimalkan fatalitas akibat serangan kanker tersebut. 

Bagaimanakah Tanda-tanda Kanker Serviks?

Bagaimanakah Tanda-tanda Kanker Serviks?

Unknown
10:14 AM
Bagaimanakah Tanda-tanda Kanker Serviks?
Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel kanker. Perubahan sel-sel kanker selanjutnya dapat menyebabkan perdarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi.
Jika anda mendapatkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Adanya perubahan ataupun keluarnya cairan (discharge) ini bukanlah suatu hal yang normal, dan pemeriksaan yang teliti harus segera dilakukan walaupun anda baru saja melakukan Pap smear test. Biarpun begitu, pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti, hasilnya tidak selalu positip kanker.

Pengobatan 
Seperti pada kejadian penyakit yang lain, jika perubahan awal dapat dideteksi seawal mungkin, tindakan pengobatan dapat diberikan sedini mungkin. Jika perubahan awal telah diketahui pengobatan yang umum diberikan adalah dengan: 
Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser. 
Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan. 

Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka untuk penyembuhan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: 
Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya. 
Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. 

Resiko untuk terserang kanker:
Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim. Sel-sel leher rahim mungkin mengalami perubahan sehingga sangat diperlukan melakukan Pap smear test secara teratur (baik yang telah ataupun yang belum pernah mendapatkan Pap smear test). Demikian juga bagi anda yang merokok kemungkinan untuk mendapatkan kanker leher rahim sangat besar.
Dijumpainya Human Papilloma Virus (HPV) sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
Memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti atau memulai aktifitas seksual pada usia yang sangat muda juga memperbesar resiko kemungkinan mendapat kanker leher rahim. 


Apa yang harus anda lakukan untuk menghindari kanker leher rahim ? 
Yang pertama, jika anda pernah melakukan hubungan seksual anda harus melakukan Pap smear test secara teratur setiap dua tahun dan ini dilakukan sampai anda berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter menyarankan untuk melakukan Pap smear test lebih sering.
Hal yang ke dua adalah melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal seperti adanya perdarahan, terutama setelah coitus (senggama). 
Hal yang ke tiga adalah tidak merokok. Data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok.
Dengan melakukan beberapa tindakan yang dapat memperkecil resiko tersebut, mudah-mudahan kita dijauhkan dari kejadian kanker leher rahim ini. Semoga.
Dapatkah anda membayangkan, bagaimanakah perasaan anda jika mengetahui hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda memberikan hasil abnormal? Tentulah anda akan merasa kuatir dan cemas, manakala anda mendapati bahwa hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda abnormal. Tetapi janganlah terlalu cemas dahulu, karena tidak semua penampakan sel-sel yang abnormal tersebut berarti kanker. Memang 'Pap Smear' dapat mendeteksi kelainan- 



kelainan perubahan sel-sel leher rahim secara dini. Paradigma yang harus diingat adalah semakin awal ditemukannya kelainan-kelainan pada pemeriksaan 'Pap Smear', maka akan semakin mudah pula diatasi masalahnya.
Apakah artinya jika 'Pap Smear' anda abnormal.
Hasil 'Pap Smear' dikatakan abnormal jika sel-sel yang berasal dari leher rahim anda ketika diperiksa di bawah mikroskop akan memberikan penampakan yang berbeda dengan sel normal. Kejadian ini biasanya terjadi 1 dari 10 pemeriksaan 'Pap Smear'. 



Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan 'Pap Smear' yang abnormal adalah: 
Unsatisfactory 'Pap Smear'
Pada kasus ini, berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sel leher rahims anda dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter anda. Jika kasus ini menimpa anda sebaiknya anda datang lagi untuk pemeriksaan 'Pap Smear' pada waktu yang akan ditentukan oleh dokter anda. 
Jika ada infeksi atau inflamasi
Kadang-kadang pada pemeriksaan 'Pap Smear' memberikan penampakan terjadinya inflamasi. Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher rahims mengalami suatu iritasi yang ringan sifatnya. Memang kadang-kadang inflamasi dapat kita deteksi melalui pemeriksaan 'Pap Smear', biarpun kita tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. Sebabnya bermacam-macam. Mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, atau karena jamur'. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai masalah ini beserta pengobatannya jika diperlukan. Tanyakan kapan anda harus menjalani 'Pap Smear' lagi. 
Atypia atau Minor Atypia
Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan 'Pap Smear' terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahims, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pada kasus ini, biasanya hasilnya dilaporkan sebagai 'atypia'. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan, tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini, dokter anda mungkin akan merekomendasikan anda untuk menjalani pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Pada umumnya, sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. Jadi, adalah sangat penting bagi anda untuk melakukan 'Pap Smear' lagi untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan hasil yang sama maka anda mungkin disarankan untuk menjalani kolposkopi. Apakah kolposkopi itu?
Kolposkopi adalah suatu prosedur pemeriksaan vagina dan leher rahims oleh seorang dokter yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Dengan memeriksa permukaan leher rahims, dokter akan menentukan penyebab abnormalitas dari sel-sel leher rahims seperti yang dinyatakan dalam pemeriksaan 'Pap Smear'. Cara pemeriksaan kolposkopi adalah sebagai berikut: dokter akan memasukkan suatu cairan kedalam vagina dan memberi warna saluran leher rahims dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher rahims yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai.. Kemudian dokter akan melihat kedalam saluran leher rahims melalui sebuah alat yang disebut kolposkop. Kolposkop adalah suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar yang kuat dengan pembesaran yang tinggi.
Jika area yang abnormal sudah terlokalisasi, dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) untuk kemudian dikirim ke lab guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat. Pengobatan akan sangat tergantung sekali pada hasil pemeriksaan kolposkopi anda.

Apa Penyebab Kanker Rahim

Apa Penyebab Kanker Rahim

Unknown
10:13 AM
Penyebab Kanker Rahim 

Kanker (rahim) serviks terjadi jika sel-sel serviks menjadi abnormal dan membelah secara tak terkendali.
Jika sel serviks (rahim) terus membelah maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor yang bisa bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut ganas, maka keadaannya disebut kanker rahim atau kanker serviks (rahim). 

Penyebab terjadinya kelainan pada sel-sel serviks tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks: 
HPV (human papillomavirus)
HPV adalah virus penyebab kutil genitalis (kondiloma akuminata) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Varian yang sangat berbahaya adalah HPV tipe 16, 18, 45 dan 56. 


Merokok
Tembakau merusak sistem kekebalan dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks. 
Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini 
Berganti-ganti pasangan seksual 
Suami/pasangan seksualnya melakukan hubungan seksual pertama pada usia di bawah 18 tahun, berganti-ganti pasangan dan pernah menikah dengan wanita yang menderita kanker serviks (rahim) 
Pemakaian DES (dietilstilbestrol) pada wanita hamil untuk mencegah keguguran (banyak digunakan pada tahun 1940-1970) 
Gangguan sistem kekebalan 
Pemakaian pil KB 
Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun 
Golongan ekonomi lemah (karena tidak mampu melakukan Pap smear secara rutin) 

Keadaan Prekanker Pada Serviks (rahim) 

Sel-sel pada permukaan serviks (rahim) kadang tampak abnormal tetapi tidak ganas.
Para ilmuwan yakin bahwa beberapa perubahan abnormal pada sel-sel serviks merupakan langkah awal dari serangkaian perubahan yang berjalan lambat, yang beberapa tahun kemudian bisa menyebabkan kanker.
Karena itu beberapa perubahan abnormal merupakan keadaan prekanker, yang bisa berubah menjadi kanker. 

Saat ini telah digunakan istilah yang berbeda untuk perubahan abnormal pada sel-sel di permukaan serviks (rahim), salah satu diantaranya adalah lesi skuamosa intraepitel (lesi artinya kelainan jaringan, intraepitel artinya sel-sel yang abnormal hanya ditemukan di lapisan permukaan). 

Perubahan pada sel-sel ini bisa dibagi ke dalam 2 kelompok: 
Lesi tingkat rendah : merupakan perubahan dini pada ukuran, bentuk dan jumlah sel yang membentuk permukaan serviks. Beberapa lesi tingkat rendah menghilang dengan sendirinya. Tetapi yang lainnya tumbuh menjadi lebih besar dan lebih abnormal, membentuk lesi tingkat tinggi.
Lesi tingkat rendah juga disebut displasia ringan atau neoplasia intraepitel servikal 1 (NIS 1).
Lesi tingkat rendah paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 25-35 tahun, tetapi juga bisa terjadi pada semua kelompok umur. 
Lesi tingkat tinggi : ditemukan sejumlah besar sel prekanker yang tampak sangat berbeda dari sel yang normal.
Perubahan prekanker ini hanya terjadi pada sel di permukaan serviks. Selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, sel-sel tersebut tidak akan menjadi ganas dan tidak akan menyusup ke lapisan serviks yang lebih dalam.
Lesi tingkat tinggi juga disebut displasia menengah atau displasia berat, NIS 2 atau 3, atau karsinoma in situ.
Lesi tingkat tinggi paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 30-40 tahun. 

Jika sel-sel abnormal menyebar lebih dalam ke dalam serviks atau ke jaringan maupun organ lainnya, mada keadaannya disebut kanker serviks atau kanker serviks (rahim) invasif.
Kanker serviks (rahim) paling sering ditemukan pada usia diatas 40 tahun. 

Gejala Kanker Rahim 

Perubahan prekanker pada serviks biasanya tidak menimbulkan gejala dan perubahan ini tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul dan Pap smear. 

Gejala kanker rahim biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan di sekitarnya. Pada saat ini akan timbul gejala berikut:
- Perdarahan vagina yang abnormal, terutama diantara 2 menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual dan setelah menopause
- Menstruasi abnormal (lebih lama dan lebih banyak)
- Keputihan yang menetap, dengan cairan yang encer, berwarna pink, coklat, mengandung darah atau hitam serta berbau busuk. 

Gejala dari kanker rahim stadium lanjut:
- Nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, kelelahan
- Nyeri panggul, punggung atau tungkai
- Dari vagina keluar air kemih atau tinja
- Patah tulang (fraktur). 

Diagnosa Kanker Rahim 

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut: 
Pap smear
Pap smear dapat mendeteksi sampai 90% kasus kanker serviks secara akurat dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Akibatnya angka kematian akibat kanker servikspun menurun sampai lebih dari 50%.
Setiap wanita yang telah aktif secara seksual atau usianya telah mencapai 18 tahun, sebaiknya menjalani Pap smear secara teratur yaitu 1 kali/tahun. Jika selama 3 kali berturut-turut menunjukkan hasil yang normal, Pap smear bisa dilakukan 1 kali/2-3tahun.
Hasil pemeriksaan Pap smear menunjukkan stadium dari kanker serviks (rahim):
- Normal
- Displasia ringan (perubahan dini yang belum bersifat ganas)
- Displasia berat (perubahan lanjut yang belum bersifat ganas)
- Karsinoma in situ (kanker yang terbatas pada lapisan serviks paling luar)
- Kanker invasif (kanker telah menyebar ke lapisan serviks (rahim) yang lebih dalam atau ke organ tubuh lainnya). 
Biopsi
Biopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada serviks, atau jika Pap smear menunjukkan suatu abnormalitas atau kanker. 
Kolposkopi (pemeriksaan serviks dengan lensa pembesar) 
Tes Schiller
Serviks diolesi dengan larutan yodium, sel yang sehat warnanya akan berubah menjadi coklat, sedangkan sel yang abnormal warnanya menjadi putih atau kuning. 

Untuk membantu menentukan stadium kanker rahim, dilakukan beberapa pemeriksan berikut:
- Sistoskopi
- Rontgen dada
- Urografi intravena
- Sigmoidoskopi
- Skening tulang dan hati
- Barium enema. 

Kanker Rahim Pada Wanita Last Updated ( Thursday, 09 October 2008 15:00 ) 

Kanker Leher Rahim 

Dr. Yohanes Riono 
Dept of Surgery Holywood Hospital. 


Tentu anda sudah tak asing lagi dengan istilah kanker servik (Cervical Cancer), atau kanker pada leher rahim. Benar, sesuai dengan namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.
Memang istilah "kanker" sendiri sudah pasti memberi kesan menakutkan dan menyeramkan. Laksana seorang terpidana menerima hukuman mati.

Bagaimana pula dengan kanker leher rahim?
Apakah juga sama menakutkannya dengan beberapa kanker lainnya?
Menurut para ahli kanker, kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus kanker. Tetapi, biarpun demikian, di wilayah Australia barat saja, tercatat sebanyak 85 orang wanita didiagnosa positif terhadap kanker leher rahim setiap tahun. Dan pada tahun 1993 saja, 40 wanita telah tewas menjadi korban keganasan kanker ini.

Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi?
Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut "Pap smear test", sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim.
Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker. 




Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti.
Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Mungkin anda lebih memilih dokter wanita untuk prosedur ini, tetapi pada umumnya para dokter umum dan klinik Keluarga Berencana dapat dimintai bantuan untuk pemeriksaan Pap smear test. Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah mati haid, Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur.
Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • CODIPRONT (Codeine, Phenyltoloxamine)
    CODIPRONT (Codeine, Phenyltoloxamine)  Obat batuk dengan efek jangka panjang 10 – 12 jam  KOMPOSISI  Codipront Kapsul  Tiap Kapsul mengandun...
  • GARAMYCIN Krim, Salep (Gentamicin Sulfate)
    GARAMYCIN Krim, Salep (Gentamicin Sulfate)  Obat Generik : Gentamicin / Gentamisin Sulfat Obat Bermerek : Balticin, Bioderm, Dermabiotik, De...
  • Jenis - Jenis Obat Kortikosteroid
    Obat Kortikosteroid  Oradexon Tablet dan Injeksi ORADEXON Tablet, Suntik (Dexamethasone / Deksametason) Obat Generik : Dexamethasone...
  • BACTROBAN Krim / Salep Kulit (Mupirocin)
    Nama Obat Generik : Mupirocin / Mupirosin  Nama Obat Bermerek : Bactroban  KOMPOSISI / KANDUNGAN  Tiap 1 gram Bactroban Krim mengandung Mupi...
  • Contoh Latar Belakang Manajemen
    A.     Latar Belakang Manajemen  Sesungguhnya mulai kapan teori manajemen itu ada? Yaitu mulai sejak para pelaku usaha berkecimpung memi...
My Ping in TotalPing.com
My Ping in TotalPing.com

Labels

  • Cara Mengatasi Penyakit
  • Dunia Kesehatan
  • Hukum pidana
  • Manajemen

Popular Posts

  • CODIPRONT (Codeine, Phenyltoloxamine)
    CODIPRONT (Codeine, Phenyltoloxamine)  Obat batuk dengan efek jangka panjang 10 – 12 jam  KOMPOSISI  Codipront Kapsul  Tiap Kapsul mengandun...
  • GARAMYCIN Krim, Salep (Gentamicin Sulfate)
    GARAMYCIN Krim, Salep (Gentamicin Sulfate)  Obat Generik : Gentamicin / Gentamisin Sulfat Obat Bermerek : Balticin, Bioderm, Dermabiotik, De...

Pages

  • Home
Copyright © 2015 Tujuan I - Pendidikan Online . All rights reserved. My Notes Template. Simple Default Template edited by RT Media ™. Powered by Login