• Home
  • About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Advertise

Tujuan I - Pendidikan Online

Tujuan I -  Pendidikan Online

Ahok Djarot Pilkada DKI

  • AHOK DJAROT PILKADA DKI
  • Home
  • DUNIA KESEHATAN
  • HUKUM PIDANA
  • MANAJEMEN
  • DAFTAR OBAT MUNTAH
  • SURAT LAMARAN KERJA
  • ▼
Home → Semua Post Berkategori Ilmu komunikasi
Showing posts with label Ilmu komunikasi. Show all posts
Showing posts with label Ilmu komunikasi. Show all posts
PENGERTIAN  KOMUNIKASI EFEKTIF

PENGERTIAN KOMUNIKASI EFEKTIF

Unknown
9:18 AM
Komunikasi merupakan terjemahan kata communication yang berarti perhubungan atau perkabaran. Communicate berarti memberitahukan atau berhubungan. Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin communicatio dengan kata dasar communis yang berarti sama. Secara terminologis, komunikasi diartikan sebagai pemberitahuan sesuatu (pesan) dari satu pihak ke pihak lain dengan menggunakan suatu media. Sebagai makhluk sosial, manusia sering berkomunikasi satu sama lain. Namun, komunikasi bukan hanya dilakukan oleh manusia saja, tetapi juga dilakukan oleh makhluk-makhluk yang lainnya. Semut dan lebah dikenal mampu berkomunikasi dengan baik. Bahkan tumbuh-tumbuhanpun sepertinya mampu berkomunikasi. 

Komunikasi dilakukan oleh pihak yang memberitahukan (komunikator) kepada pihak penerima (komunikan). Komunikasi efektif adalah komunikasi yang terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan, sehingga tidak terjadi salah persepsi. 


UNSUR UNSUR KOMUNIKASI 

Untuk dapat berkomunikasi secara efektif kita perlu memahami unsur-unsur komunikasi, antara lain: 

1. Komunikator. 

Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu. Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu komunikasi 

2. Komunikan. 

Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan dan akhirnya memberi respon. 

3. Media. 

Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Berupa bahasa verbal maupun non verbal, wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh, bahasa mesin, sandi dan lain sebagainya. 

4. Pesan. 

Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh Komunikator kepada Komunikan. Kejelasan pengiriman dan penerimaan pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan komunikasi. 

5. Tanggapan. 

Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan dalam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima. 


FUNGSI DAN MANFAAT KOMUNIKASI 

Dengan berkomunikasi, insya Allah, kita dapat menjalin saling pengertian dengan orang lain karena komunikasi memiliki beberapa fungsi yang sangat penting, di antaranya adalah: 

1. Fungsi informasi. Untuk memberitahukan sesuau (pesan) kepada pihak tertentu, dengan maksud agar komunikan dapat memahaminya. 

2. Fungsi ekspresi. Sebagai wujud ungkapan perasaan / pikiran komunikator atas apa yang dia pahami terhadap sesuatu hal atau permasalahan. 

3. Fungsi kontrol. Menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, dengan memberi pesan berupa perintah, peringatan, penilaian dan lain sebagainya. 

4. Fungsi sosial. Untuk keperluan rekreatif dan keakraban hubungan di antara komunikator dan komunikan. 

5. Fungsi ekonomi. Untuk keperluan transaksi usaha (bisnis) yang berkaitan dengan finansial, barang dan jasa. 

Banyak manfaat yang dapat peroleh dengan berkomunikasi secara baik dan efektif, di antaranya adalah: 

1. Tersampaikannya gagasan atau pemikiran kepada orang lain dengan jelas sesuai dengan yang dimaksudkan. 

2. Adanya saling kesefamanan antara komunikator dan komunikan dalam suatu permasalahan, sehingga terhindar dari salah persepsi. 

3. Menjaga hubungan baik dan silaturrahmi dalam suatu persahabatan, komunitas atau perkumpulan 


PEDOMAN DALAM BERKOMUNIKASI 

Komunikasi yang baik adalah komunikasi dimana pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan perasaan negatif. Ada beberapa pedoman untuk menjalin komunikasi yang baik, yaitu antara lain: 

1. Berkomunikasi dengan berpedoman pada nilai-nilai Islam. 

2. Setiap situasi komunikasi mempunyai keunikan. 

3. Kunci sukses komunikasi adalah umpan balik. 

4. Komunikasi bersemuka adalah bentuk komunikasi yang paling efektif. 

5. Setiap pesan komunikasi mengandung unsur informasi sekaligus emosi. 

6. Kata adalah lambang untuk mengekspresikan pikiran atau perasaan yang terbuka untuk ditafsirkan. 

7. Semakin banyak orang yang terlibat, komunikasi semakin kompleks. 

8. Dapat terjadi gangguan dalam penyampaian pesan komunikasi. 

9. Perbedaan persepsi mengganggu keefektifan sampainya pesan. 

10. Orang berkomunikasi sesuai dengan situasi komunikasi yang diharapkannya. 


SIKAP DALAM BERKOMUNIKASI 

Ada beberapa sikap yang perlu dicermati oleh seseorang dalam berkomunikasi, khususnya komunikasi verbal, yaitu antara lain: 

1. Berorientasi pada kebenaran (truth). 

2. Tulus (sincerity). 

3. Ramah (friendship). 

4. Kesungguhan (Seriousness). 

5. Ketenangan (poise). 

6. Percaya diri (self convidence). 

7. Mau mendengarkan dengan baik (good listener) 



5 HUKUM/PRINSIP KOMUNIKASI YANG EFEKTIF 

5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kami kembangkan dan rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain. 

Hukum # 1: Respect 

Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan.
Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim. 

Bahkan menurut mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa "Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai." Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang harus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya. Charles Schwabb, salah satu orang pertama dalam sejarah perusahaan Amerika yang mendapat gaji lebih dari satu juta dolar setahun, mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal-hal terbaik adalah dengan memberi penghargaan yang tulus. Hal ini pula yang menjadi satu dari tiga rahasia manajer satu menit dalam buku Ken Blanchard dan Spencer Johnson, The One Minute Manager. 

Hukum # 2: Empathy 

Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti (Seek First to Understand-understand then be understood to build the skills of empathetic listening that inspires openness and trust). Inilah yang disebutnya dengan Komunikasi Empatik. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain. 

Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer's behavior) merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork. 

Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima. 

Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan. 

Hukum # 3: Audible 

Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan. 

Hukum # 4: Clarity 

Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja di Sekretariat Negara, hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam menyiapkan korespondensi tingkat tinggi. Karena kesalahan penafsiran atau pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana. 
Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita. 

Hukum # 5: Humble 

Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah
hati yang kita miliki. Dalam edisi Mandiri 32 Sikap Rendah Hati pernah kita bahas, yang pada intinya antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer First Attitude), sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar. 

Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect), karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan. 



 Teori Khusus  Public Relations

Teori Khusus Public Relations

Unknown
8:51 AM
 Strategi 

Agar tujuan dapat tercapai maka dibutuhkan strategi yang tepat agar sesuai dengan yang diharapkan. Begitu juga dengan kegiatan Public relations yang membutuhkan strategi dalam menjalankan sesuatu. 

Menurut Jack Trout (Suyanto, 2007:16) inti dari strategi adalah bagaimana bertahan hidup dalam dunia kompetitif, bagaimana menbuat persepsi yang baik di benak konsumen, menjadi berbeda, mengenali kekuatan dan kelemahan pesaing, menjadi spesialisasi, menguasai satu kata di kepala. Kepemimpinan yang memberi arah dan memahami realitas pasar dengam menjadi yang pertama daripada menjadi yang lebih baik. 

Pernyataan diatas juga di dukung oleh Stephen Robbins sebagai “The determination of the basic long-term goals and objectives of an enterprise, and the adoption of course of anction and the allocation of resources necessary for carrying out this goals”. Artinya adalah, penentuan tujuan jangka panjang perusahaan dan memutuskan arah tindakan serta mendapatkan sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan (Morissan,2008:152). 

Jadi penulis menarik kesimpulan bahwa strategi adalah cara yang dilakukan untuk dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai dengan rencana yang sudah dipersiapkan dan diperhitungkan secara matang. 


 Strategi Public relations 

Strategi itu harus dipahami oleh tiap-tiap bagian dari setiap divisi dalam perusahaan, Menurut D. Ronald Smith (2005: 10-11), ada beberapa langkah yang ditetapkan sebagai strategi Public relations, yaitu: 

1. Formative Research 

Fase pertama dalam proses perencanaan strategis menurut Smith adalah riset formatif atau riset stategis adalah kegiatan pendahuluan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi dan menganalisa situasi yang dihadapi . Dalam fase ini terdapat tiga tahap yakni analisis situasi, analisis organisasi dan analisis publik. 

a. Analyzing the situation (menganalisa situasi) 

Merupakan bagian yang penting sebagai proses awal penentuan strategi,dimana setiasp tahap ini digunakan untuk mengumpulkan semua informasi dan sekaligus menganalisa situasi. 



b. Ananlyzing the organization (menganalisa oranisasi) 

Pada tahap ini diperlukan pengamatan yang tepat terhadap tiga aspek perusahaan yaitu lingkungan internalnya (misi,performance, dan sumber daya perusahaan), reputasi dan lingkungan eksternalnya. 


c. Ananlyzing the public (menganalisa publik) 

Merupakan tahap untuk mengidentifikasikan dan menganalisa publik yang menjadi sasaran. Hal ini akan membuat perusahaan mampu mengatur prioritas dalam berhubungan dengan publknya yang beragam. 

2. Strategy 

Strategi merupakan jantung nya perencanaan public relations maupun masaran dan bidang lainnya yang berkaitan. Strategi adalah keseluruhan rencana organisasi, meliputi apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Strategi memiliki tiga tahap, yakni menetapkan tujuan dan sasaran, memformulasikan aksi dan strategi respon, kemudian menggunakan komunikasi efektif. 

a. Establishing goals and objectives (menentukan sasaran dan objektif) 

Tahap ini dapat membuat perusahaan mengembangkan objektif yang jelas, spesifik dan terukur (measurable) sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. 

b. Formulating action and response strategies (memformulasikan aksi dan respon) 

Tahap ini merupakan tahap dimana antara kegiatan atau aksi dipadukan dengan respon yang akan diterima. 



c. Using effective communication (menggunakan komunikasi yang efektif) 

Tahap ini berhubungan dengan beragam keputusan yang diambil terhadap pesan yang disampaikan, seperti: sumber yang akan menyampaikan pesan kepada publik kunci, isi dari pesan, bunyi dan gayannya dan lain-lain. 

3. Tactics 

Setelah strategi di buat, kini tiba gilirannya untuk memasuki fase ketiga yaitu taktik. Pada fase ini terdiri dari pemilihan taktik komunikasi yang akan digunakan dan melakukan implementasi rencana strategis yang sudah disusun. 

a. Choosing communication tactics (memilih taktik komunikasi) 

Ada empat kategori dalam komunikasi, seperti : komunikasi tatap muka, organizational media, media berita, iklan dan media promosional dan lainnya. 

b. Implementing the strategic plan (mengimplementasikan strategi) 

Di tahap ini dikembangkan budget dan jadwal yang dipersiapkan untuk mengimplementasikan program komunikasi yang ditentukan. 

4. Evaluative Research 

Pada fase terakhir adalah untuk mengetahui efektivitas berbagai taktik komunikasi yang digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan. Tahap ini adalah tahap akhir dimana dikembangkan metode yang spesifik dalam mengukur keefektifan dari strategi yang ditempuh. 

Jadi penulis menyimpulkan bahwa strategi PR adalah pemikiran yang telah direncanakan oleh praktisi PR untuk mengelola citra melalui berbagai kegiatan PR untuk mecapai tujuan perusahaan. 



2.2.3 Segmenting, Targeting, Positioning 

Menurut Rhenald Khasali (2007:48) mengutip pernyataan dari Philip Kotler, menggabungkan proses penciptaan dan penyampaian nilai kepada konsumen dalam bentuk yang disebut Segmenting, Targeting, Positioning. Segmenting atau segmentasi pada dasarnya adalah suatu strategi untuk memahami struktur pasar. Sedangkan Targeting adalah persoalan bagaimana memilih, menyeleksi, dan menjangkau pasar. Bagaimana anda menyeleksi pasar sangat ditenttukan oleh bagaimana anda meilhat pasar itu sendiri. Dengan demikian pasar yang dilihat oleh dua orang berbeda, yang didekati oleh metode segmentasi yang berbeda akan menghasilkan peta yang berbeda pula. Oleh karena itulah penting dipahami struktur-struktur atau kelompok-kelompok yang ada di pasar. Setelah pasar dipilih, maka proses selanjutnya adalah melakukan Positioning. Positioning pada dasarnya adalah suatu strategi untuk memasuki jendela otak konsumen. Positioning biasanya tidak menjadi masalah dan tidak dianggap penting selama barang-barang yang tersedia dalam suatu masyarakattidak begitu banyak dan persaingan belum menjadi sesuatu yang penting. Positioning baru akan menjadi peting bilamana persaingan sudah sangat sengit. 

Mendukung pernyataan diatas, Al Ries dan Jack Trout dalam Positioning: The Battle for Your Mind (2001:5) mengatakan bahwa, Segmentasi disebut sebagai mapping strategy, karena di sini kita melakukan pemetaan pasar. Pemetaan ini merupakan proses yang kreatif, karena pasarnya sebenarnya sama, namun cara pandang kita terhadap pasar itulah yang membedakan kita dengan pesaing. Targeting didefinisikan sebagai cara mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif, yaitu dengan memilih target market yang tepat. Targeting disebut sebagai fitting strategy karena kita menyamakan (fitting) sumber daya perusahaan Anda dengan kebutuhan target pasar yang dipilih. Dan unsur terakhir dari Strategy adalah Positioning. Setelah memetakan pasar, dan menyesuaikan sumber daya perusahaan Anda dengan segmen yang dipilih, maka kemudian Anda harus memiliki posisi yang kredibel dalam benak mereka. 



2.2.4 Citra 

Citra merupakan suatu hal yang penting dalam masyarakat, Menurut Dr. Elvinari Ardianto (2011:62) citra adalah perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan,organisasi atau lembaga; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek, orang atau organisasi. Citra dengan sengaja diciptakan agar bernilai positif. Citra itu sendiri merupakan aset terpenting dari suatu perusahaan atau organisasi. 

Mendukung pernyataan diatas, menurut Katz (Soemirat, 2010:113) citra adalah cara bagaimana pihak lain memandang sbuah perusahaan, seseorang, suatu komite, atau aktivitas. 

Jadi penulis mengambil suatu kesimpulan bahwa citra merupakan sesuatu yang dapat dibayangkan secara abstrak oleh pengunjung atau konsumen agar dapat dibayangkan. 

Menurut Ardianto, terdapat 5 jenis citra yaitu: 

1. Citra bayangan (mirror image) adalah citra yang melekat pada orang atau anggota-anggota organisasi, dan citra yang dianut oleh orang dalam mengenai pandangan luar terhadap organisasinya. Citra bayangan itu hampir selalu tidak tepat, atau tidak sesuai dengan kenyataan sesungguhnya. 

2. Citra yang berlaku (current image) adalah kebalikan dari citra bayangan atau pandangan yang dianut oleh pihak-pihak luar mengenai suatu organisasi. 

3. Citra yang diharapkan (wish image) adalah suatu citra yang diinginkan oleh pihak manajemen. Citra ini juga tidak sama dengan citra yang sebenarnya. Biasanya, citra yang diharapkan itu lebih baik atau lebih menyenangkan daripada citra yang ada. 

4. Citra perusahaan atau citra lembaga (corporate image) adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan. Suatu badan usaha yang memiliki citra perusahaan positif lebih mudah menjual produk atau jasanya. 

5. Citra majemuk (multiple image). Banyaknya jumlah pegawai (individu), cabang atau perwakilan dari sebuah perusahaan atau organisasi dapat memunculkan suatu citra yang belum tentu sama dengan citra organisasi atatu perusahaan secara keseluruhan. Variasi citra tersebut harus ditekan seminimal mungkin dan citra perusahaan harus ditegakan secara keseluruhan. (2011:63) 



Pendapat tersebut didukung juga oleh Frank Jefkins dalam Ruslan (2002:76-77), 

1. CITRA CERMIN (MIRROR IMAGE) adalah Kesan yang diyakini oleh perusahaan –para pimpinan- terhadap organisasinya secara sepihak tanpa mengacuhkan kesan dari luar. Cenderung selalu merasa dalam posisi baik padahal jauh dari kenyataan, khususnya setelah dilakukan studi. 

2. CITRA KINI (CURRENT IMAGE) 

Kesan yang diperoleh dari orang lain tentang perusahaan/organisasi atau hal lain yang berkaitan dg produknya.Kesan yang senyatanya terjadi terhadap perusahaan berdasarkan kesan dari publik eksternalnya. 

3. CITRA KEINGINAN (WISH IMAGE) 

Kesan yang memang diharapkan terjadi oleh perusahaan, atau seperti apa yang diinginkan dan dicapai oleh pihak manajemen terhadap lembaga/perusahaan, atau produk yang ditampilkan tsb lebih dikenal (good awareness), menyenangkan dan diterima dg kesan yg selalu positif diberikan (take and give) oleh publiknya. 







4. CITRA PERUSAHAAN (CORPORATE IMAGE) 

Kesan yang berkaitan dengan sosok perusahaan sebagai tujuan utamanya sehingga bisa diterima oleh publiknya, mis : tentang sejarahnya, kualitas layanan, keberhasilan, tanggung jawab sosial (social care). 

5. CITRA SERBANEKA (MULTIPLE IMAGE) 

Kesan yang berkaitan dengan segala aspek untuk lebih mengenalkan (awareness) terhadap identitas perusahaan. spt : atribut logo, brand’s name, seragam (uniform) para front liner, sosok gedung, dekorasi lobby kantor, penampilan para profesionalnya. 

6. CITRA PENAMPILAN (PERFORMANCE IMAGE) 

Kesan yang lebih ditujukan kepada subjeknya, bagaimana kinerja / penampilan diri (performance image) para profesional perusahaan/organisasi yang serba menyenangkan dan selalu baik. mis : dalam memberikan pelayanan, menerima telpon, menyambut tamu/pelanggan. 

Jadi penulis menyimpulkan bahwa jenis citra itu terbagi atas citra bayangan,citra yang berlaku,citra yang diharapkan,citra perusahaan,citra majemuk dan citra penampilan sebagai tambahan. Dan semua saling berhubungan atau berkaitan satu sama lain dalam menjalankan aktivitas public relations, sehingga pembentukan citra dapat diarahkan menuju citra yang positif.
 Peran Public relations

Peran Public relations

Unknown
8:49 AM
Peran Public relations 

Public relations tentu memiliki peran yang sangat penting dalam suatu perusahaan atau lembaga, Menurut Oxley di dalam buku Community Relations konsep dan aplikasinya yang ditulis oleh Iriantara (2012:12-13), peran Public relations adalah : 

1. Memberi saran kepada manajemen tentang semua perkembangan internal dan eksternal yang mungkin mempengaruhi hubungan oreganisasi dengan publik-publiknya 

2. Meneliti dan menafsirkan untuk kepentingan organisasi, sikap public-publik utama pada saat ini atau antisipasi sikap public-publik utama terhadap organisasi. 

3. Bekerja sebagai penghubung (liaison) antara manajemen dan publik-publiknya dan 

4. Memberi laporan berkala kepada manajemen tentang semua kegiatan yang mempengaruhi hubungan publik dan organisasi. 

Sebagai tambahan Agung Laksmana (2010:7) dalam bukunya mengutip PR di group Virgin yang dimiliki Sir Richard Branson ini, “Kami selalu menempatkan PR pada posisi strategis bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Kami memandang PR bukan saja sebagai alat komunikasi dengan media, namun juga menjadi bagian penting dalam menumbuhkembangkan hubungan kami dengan pelanggan”. 

Sedangkan Rhenald Kasali (2003:27), dari perspektif yang berbeda menyatakan PR sebagai fungsi strategi dalam manajemen yang melakukan komunikasi guna melahirkan pemahaman dan penerimaan publik. 

Jadi penulis mengambil kesimpulan bahwa Public relations memiliki peran sebagai orang yang menghubungkan antara manajemen perusahaan terhadap public untuk menjembatani hubungam komunikasi,sehingga public relation dapat mengetahui keinginan dan kebutuhan kedua belah pihak. 



 Fungsi Public relations 

Selain peran, Public relations mempunyai fungsi dalam pekerjaannya, seperti pendapat dibawah ini: 

Menurut Bertrand R. Canfield dalam bukunya Public relations Principles and Problema, PR/Humas berfungsi untuk (Widjaja. 2010:54) : 

1. Mengabdi kepentingan publik. 

2. Memelihara komunikasi yang baik 

3. Menitik beratkan moral dan tingkat laku yang baik. 

Fungsi Public relations secara garis besar adalah (Kriyantono. 2012:21) : 

1. Memelihara komunikasi yang harmonis antara perusahaan dan publiknya. 

2. Melayani kepetingan publik dengan baik. 

3. Memelihara perilaku dan moralitas perusahaan dengan baik. 

Jadi penulis mengambil kesimpulan bahwa fungsi Public relations adalah untuik menjembatani hubungan antara perusahaan dengan publiknya agar dapat terjalin komunikasi yang baik, sehingga perusahaan dapat mengetahui keinginan publik, dan publik juga dapat mengetahui apa yang dilakukan perusahaan. 



Tujuan Public relations 

Public relations tentu memiliki tujuan dalam perusahaannnya terutama kaitannya dengan publik, sehingga dalam pencapaian tujuan public relations dibutuhkan kesamaan visi dan misi antara semua pihak dalam perusahaan. 

Menurut Widjaja (20120:55), tujuan humas adalah untuk menciptakan, membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan dengan publik di lain pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik. 


Kegiatan Public relations 

Danandjaja (2100:31) membagi kegiatan Public relations menjadi dua, yaitu : 

1. Internal Public relations 

Merupakan suatu kegiatan Public relations yang menitik beratkan kegiatannya dengan publik yang ada dalam instansi atau perusahan tersebut, yaitu : 

a. Hubungan dengan publik karyawan (employee relations) 

b. Hubungan manusiawi (human relations) 

c. Hubungan dengan publik buruh 

d. Hubungan dengan publik pemegang saham (stockholder relations) 

2. Eksternal Public relations 

Merupakan salah satu bentuk dari kegiatan Public relations yang ditujukan kepada publik yang berada di luar perusahaan atau instansi, yaitu : 

a. Hubungan dengan pers (press relations/media relations) 

b. Hubungan dengan pemerintah (government relations) 

c. Hubungan dengan publik pelanggan (costumer relations) 

d. Hubungan dengan masyarakat (community relations) 

e. Hubungan dengan pihak pengedar (supplier relations) 

f. Hubungan dengan pendidikan (educational relations) 

Berdasarkan teori diatas, penulis menarik kesimpulan bahwa ruang lingkup Public relations terdiri dari dua, eksternal dan internal. Dan Public relations harus dapat menguasai situasi baik lingkungan dalam perusahaan maupun luar perusahaan seperti pengunjung atau pun pelanggan. Namun pada penelitian ini penulis memfokuskan hanya pada kegiatan Internal Public Relations di Mall Pondok Indah, karena penulis ingin meneliti mengenai strategi public relations yang dipakai di Mall Pondok Indah sehingga yang diteliti adalah kegiatan internalnya.
Pengertian Komunikasi Massa

Pengertian Komunikasi Massa

Unknown
8:46 AM
Komunikasi Massa 

Komunikasi sekarang kian pesat dan rumit hal itu menunjukan adanya perkembangan dan kemajuan dalam berkomunikasi saat ini. Komunikasi tidak terlepas dari komunikasi massa yang memiliki beberapa definisi sebagai berikut. 

Menurut Joseph A. Devito ( Nurudin, 2007:11) Pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berartu bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang membaca atau semua orang yang menonton televisi, agaknya ini tidak berarti pula bahwa khalayak itu besar dan pada umumnya agak sukar untuk didefinisikan. Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan pleh pemancar-pemancar yang audio dan atau visual. Komunikasi massa lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknhya (televisi, radio, surat kabar, majalah, film, buku, dan pita). 

Pernyataan diatas didukung oleh pendapat menurut Jay Black dan Frederick C. Whitney (Nurudin, 2007:12) komunikasi massa adalah sebuah proses dimana pesan-pesan yang diproduksi secara massal atau tidak sedikit itu disebarkan kepada massa penerima pesan yang luas, anonim, dan heterogen. 

Jadi penulis mengambil kesimpulan bahwa komunikasi massa adalah komunikasi yang dilakukan untuk masyarakat banyak yang melalui media massa,baik cetak maupun elektronik. 


 Public relations 

Pada zaman ini tentu setiap orang menginginkan hubungan komunikasi yang terjalin baik yang terus ingin dibina. Dalam membina hubungan baik tentu ada hal yang akan saling mempengaruhi dan hal tersebut sudah termasuk ke dalam kegiatan Public relation. 

Pengertian Public relations menurut Dr. Rex F. Harlow (Nova, 2009:35) adalah fungsi manajemen yang khas yang membantu pembentukan dan pemeliharaan garis komunikasi dua arah, saling pengertian, penerimaan, dan kerja sama antara organisasi dan masyarakatnya membantu manajemen untuk selalu mendapatkan informasi dan merespon pendapat umum, mendeifinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen dalam melayani kepentingan masyarakat, membantu manajemen mengikuti dan memanfaatkan perubahan dengan efektif, berfungsi sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi krisis, dan menggunakan riset serta komunikasi yang logis dan etis sebagai sarana utamanya. 

Seperti yang dikutip dalam jurnal Davis pengertian public relations adalah salah satu bentuk komunikasi yang bertujuan menciptakan kerja sama dan hubungan yang harmonis antara suatu lembaga/perusahaan dengan publik, baik publik internal maupun eksternal. PR didefinisikan sebagai manajemen komunikasi antara suatu organisasi dan publiknya. Secara detail, PR didefinisikan sebagai komunikasi yang dilakukan oleh suatu organisasi dengan orang-orang yang berkepentingan guna mendapatkan perhatian 

mereka dengan menggunakan cara-cara yang menguntungkan. Dengan demikian, kedudukan PR dalam suatu lembaga atau perusahaan adalah sebagai suatu organisasi 

yang berfungsi sebagai metode untuk membangun kepercayaan publik. 

Berdasarkan definisi di atas penulis mengambil kesimpulan bahwa Public relations adalah fungsi manajemen yang mempengaruhi masyarakat agar perusahaan memiliki citra yang positif. 

Penjelasan Tentang Bagan Davison

Penjelasan Tentang Bagan Davison

Unknown
5:15 PM

PERTEMUAN 3
Topik Kuliah
·         Penjelasan Komunikasi Internasional Menurut Davison dan George
Materi Kuliah
·         Bagan Davison
·         Penjelasan Bagan Davison
Tujuan Instruksional Khusus
Dapat menjelaskan isi bagan dari Davison


BAGAN DAVISON 


Penjelasan Bagan Davison 

Dari bagan di atas dapat dilihat begitu banyak faktor yang mempengaruhi komunikasi politik internasional. Pada proses awal perencanaan untuk menetapkan suatu kebijaksanaan tertentu merupakan hal mutlak. Ini disebut Communication Policy. Termasuk kebijaksanaan national suatu bangsa. Disini, antara national policy dan communication policy haruslah sejalan. Sebab pada hakikatnya kebijaksnaan nasional adalah formulasi dari kehendak seluruh rakyat dan karena itu dibawakan ke dalam bentuk kebijaksanaan komunikasi baik keluar maupun ke dalam. Dengan demikian, maka suatu kebijakan nasional adalah sebagian berasal dari situasi politik internasional dan sebagian lagi berasal dari domestik, kekuatan politik dan kebudayaan. Kedua aspek ini akan mempengaruhi pelaksanaan komunikasi internasional dan karena itu haruslah mendapat perhatian secara sungguh-sungguh. 

Bahkan, keadaan politik dalam negerilah yang menjadi dasar utama dan bukannya situasi politik internasional. Karena setiap kebijakan nasional selalu didasarkan kepada kebutuhan politik dan kebudayaan dalam negeri. Hanya saja dengan proses adaptasi dan tetap memperhatikan situasi politik internasional. Oleh karena itu, menjadi kewajaran bila kebijakan komunikasi masing-masing negara dapat berbeda-beda, tergantung kebutuhan dalam negeri negara tersebut. 


Komunikasi Hanya Alat 

Menurut Davison dan George, komunikasi adalah hanya alat untuk mencapai tujuan dari sesuatu negara. Karena itu, kebijakan komunikasi harus memperhatikan dan atau harus paralel dengan politik, ekonomi dan kebijakan militer. Ini berati kebijakan politik, ekonomi dan militerlah yang menetapkan kebijakan komunikasi. 

Adapun bentuk komunikasinya melalui siaran radio, surat-surat sebaran, nota diplomatik dsb. Proses pelaksanaan communication policy ini yang disebut sebagai communication behaviour. Studi tentang communication behaviour adalah meliputi studi tentang mekanisme yang mengolah dan menyalurkan kebijakan komunikasi menjadi communication content dan selanjutnya studi tentang personalia yang melakukan operasi denganmekanisme ini serta media dan teknik yang digunakan. 



Masalah Efek 

Efektifitan dari suatu komunikasi, menurut Davison dan George adalah tergantung pada kondisi-kondisi pada saat komunikasi itu diterima oleh komunikan. Kondisi ini selain saat berkomunikasi juga termasuk kondisi lain seperti komunikasi lain atau yang datang dari sumber lain atau perangsang yang datang pada komunikan pada waktu yang sama. 

Kita tahu suatu negara tidak menerima komunikasi dari satu negara tapi banyak negara. Artinya, kekuatan atau penojolan pengaruh dari sebuah komunikasi yang dilancarkan oleh suatu negara akan berdampak pada komunikasi yang dilancarkan oleh negara lain. Hal inilah yang disebut condition of communication. 

Sebuah masalah yang sulit dalam communication plicy and technique ialah untuk memperoleh cara yang sebaik-baiknya guna mengetahui apakah komunikasi yang sudah diberikan itu cukup efektif atau tidak, berbeda dengan komunikasi langsung atau tatap muka. Hal penting lain adalah bagaimana karakteristik masing-masing negara yang terlibat dalam komunikasi internasional harus diketahui. Disini, fakta-fakta, data yang berupa dokumentasi yang didapat dari laporan diplomatik, kliping tentang pers, laporan intelijen, kunjungan langsung dsb. telah dilakukan. 


Studi Davison dan George 

Dalam keseluruhan studinya, Davison dan George melihat bahwa antara komunikasi internasional dan politik internasional adalah merupakan suatu kesatuan yang bulat. Walaupun mereka menyatakan juga bahwa komunikasi dalam hal ini hanya merupakan alat saja dari politik internasional. 

Tetapi studi kedua ahli ini mempunyai kelemahan yaitu harus ada pembedaan yang jelas antara keduanya karena pembedaan itu sebenarnya bisa dilakukan. Karena justru malah menjadi kerancuan bila kedua bidang ini disamakan. Secara umum komunikasi internasional adalah suatu spesialisasi dari komunikasi massa, walaupun bentuk dan isi pesan bisa apa saja termasuk politik internasional (MO. Palapah). Tapi mempelajari perbandingan Davison dan George ini justru diharapkan dapat menjelaskan perbedaan komunikasi internasional dan politik internasional. Artinya teori kedua pakar ini tetap penting sebagai perbandingan apalagi kaitannya dengan communication policy dan tidak sekadar international political communication.

PERTEMUAN 5 dan 6
Topik Kuliah
·         Tiga Perspektif Komunikasi Internasional
Materi Kuliah
·         Perspektif Diplomatik
·         Perspektif Jurnalistik
·         Perspektif Propaganda
Tujuan Instruksional Khusus
Dapat menjelaskan masing-masing perspektif yang digunakan dalam komunikasi internasional

     Untuk mempelajari komunikasi internasional dapat dimudahkan dengan tiga perspektif yaitu perspektif diplomatik, jurnalistik dan propagandistik.


Perspektif Diplomatik 

Dalam perspektif ini komunikasi internasional lazimnya dilakukan secara interpersonal atau kelompok kecil. Jalur diplomatik atau komunikasi langsung antara pejabat tinggi negara lebih banyak dipergunakan untuk memperluas pengaruh dan mengatasi ketidak sepakatan, salah pengertian ataupun pertentangan dalam masalah tujuan dan kepentingan setiap negara, memperteguh keyakinan dan menghindarkan konflik. Disini, terasa betapa pentingnya teknik komunikasi diplomatik serta perlunya tradisi komunikasi diplomatik diantara negara berdaulat dalam meletakkan jalur utama komunikasi internasional untuk tujuan-tujuan perdamaian dunia yang lebih mantap. Dengan demikian, komunikasi internasional diplomatik ditempuh untuk mengembangkan dan memelihara hubungan bilateral atau multilateral atau untuk memperkuat posisi tawar menawar ataupun untuk meningkatkan reputasi. 

F. Rachmadi mengangkat konsep pemikiran bahwa hubungan politik pada hakikatnya adalah hubungan diplomatik yang dijadikan wahana untuk memperjuangkan kepentingan masing-masing negara nasional. 

Tentang hubungan diplomatik sendiri Robert F. Delancy mendefinisikan sebagai : Public diplomacy hjas been defined as the ways in which both governments and private individuals and group influence directly or indirectly those public attitudes and opinions which bear directly on other governments, foreign policy decisions”. 

Oleh sebab itu, hubungan diplomatik merupakan manifestasi kegiatan komunikasi internasional. Disini terjadi arus komunikasi timbal balik antara negara-negara nasional yang pada dasarnya merupakan produk transaksi dalam sistem internasional, baik dalam bentuk antar negara nasional, bilateral, multinasional atau internasional. Pada pelaksanaannya pengelola sumber komunikasi diatribusikan oleh presiden kepada menteri Luar Negeri dengan seluruh perangkatnya. Untuk efektifnya jalinan komunikasi maka pada setiap negara mempunyai perwakilan diplomatik untuk kepentingan nasional masing-masing negara. 

Menurut Syahmin AK untuk melakukan pembukaan atau pertukaran perwakilan diplomatik maupun konsuler dengan negara-negara nasional harus memenuhi persyaratan, yaitu : 

1. Harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak (mutual consent), sebagaimana konvensi Wina tahun 1961 yang menyatakan pembentukan hubungan diplomatik anatara masing-masing negara dengan persetujuan bersama. 

2. Mentaati prinsip-prinsip hukum internasional yang berlaku. 

Menurut Konvensi Wina perwakilan diplomatik mempunyai tugas dan fungsi yaitu : 

a. Mewakili negara pengirim di negara penerima (reprenseting the sending state in the receiving state) 

b. Melindungi kepentingan-kepentingan negara pengirim serta warga negaranya di dalam wilayah dimana ia diakreditasi dalam batas-batas ketentuan hukum internasional (protection) 

c. Mengadakan perundingan untuk atas nama rakyat dan negaranya (negotiation) 

d. Memberi laporan kepada negara pengirim mengenai keadaan-keadaan dan perkembangan negara penerima sesuai ketentuan hukum yang berlaku 

Akhirnya kebutuhan untuk dibukanya perwakilan atau hubungan diplomatik sebagai jaringan komunikasi antar negara nasional sangat dibutuhkan karena terkait dengan berbagai kepentingan nasional. Bahkan sekarang ini arah jalinan komunikasi ini dapat memicu pada berbagai kepentingan termasuk masalah ekonomi dan kebudayaan daripada masalah-masalah ideologi. Boutros-Boutros Ghali mengemukakan bahwa kecenderungan konflik antar negara dikarenakan kurang mengembangkan bidang ekonomi, sosial dan pembangunan politik. Karena itu, untuk mencapai perdamaian dan keamanan harus memfokuskan kepada keadilan sosial, demokrasi dan mengngkat hak-hak asasi manusia. Dalam konsepnya, Boutros tidak lagi mengandalkan kemampuan dewan keamanan dalam memecahkan konflik-konflik negara nasional, bahkan disarankan pergantian pendekatan ideologis dengan oleh pendekatan sosio kultural dan humaniora yang menitik beratkan kepada nilai-nilai kepentingan negara-negara nasional.
Pengertian Komunikasi Internasional

Pengertian Komunikasi Internasional

Unknown
5:13 PM
Menurut Robert O. Angell, meskipun menganggap Komunikasi Internasional itu adalah komunikasi politik yang dilaksanakan oleh setiap bangsa/negara. Ia juga menganggap bahwa kunjungan atau perpindahan penduduk suatu negara ke negara lain misal seperti turis asing, bisnis internasional, sekolah, tugas belajar pada hakikatnya juga termasuk (bentuk) pelaksanaan Komunikasi Internasional. 

Termasuk Wilbur Schramm dalam pengantarnya di buku karangan W. Philips Davison dan Alexander L. George berjudul The Process and Effects of Massa Communication menyebut juga sebagai Komunikasi Internasional, walaupun beberapa kali menyebut dengan Komunikasi Politik Internasional. Hanya saja kedua pengarang tersebut menyebut secara jelas sebagai International Political Communication. 

Dari penjelasan singkat di atas, walaupun ada kesulitan mendeskripsikan pengertian Komunikasi Internasional, kita bisa memudahkan dengan kenyataan bahwa komunikasi itu tidak selalu bersifat politik. Hal yang lain juga ada. Sedang Komunikasi Internasional dilihat dalam hubungan dengan keseluruhan bentuk komunikasi pada umumnya adalah salah satu bentuk spesialisasi komunikasi yang bertujuan untuk memenangkan suatu bangsa terhadap bangsa yang lain (M.O. Palapah). 

Menurut Davison dan George yang melihat Komunikasi Internasional itu sebagai hubungan politik antar bangsa menyebutkan sebagai “By International Political Communication, we refer to the use by national states of Communication to influence the politically relevent behaviour in other national states (hal 433). Dengan ini maka dapat dimasukkan ke dalam pengertian ini segala macam bentuk kegiatan seperti propaganda, informasi, diplomasi dan pertahanan keamanan suatu negara. Tapi dari pengertian ini, tidak termasuk penyebaran agama dan pendidikan. 

Menurut formulasi di atas maka semua kegiatan hubungan internasional itu ditujukan umumnya untuk memenangkan (kepentingan) bangsa-komunikator terhadap bangsa-bangsa-komunikannya. Kenyataannya ialah, bahwa walaupun suatu kunjungan ke negara lain itu hanya dilaksanakan oleh seseorang atau golongan atau perorangan, tetapi efeknya selalu melihat kedua bangsa yang bersangkutan. Termasuk bila komunikasi internasional, misalnya digunakan untuk menyampaikan moves politik atau kegiatan-kegiatan yang berlatar belakang politik antar negara. 

Pengertian lain oleh tiga editor buku Komunikasi Internasional terbitan Remaja Rosdakarya dijelaskan komunikasi internasional adalah komunikasi yang dilakukan antara komunikator yang mewakili suatu negara untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan berbagai kepentingan negaranya kepada komunikan yang meawakili negara lain dengan tujuan untuk memperoleh dukungan yang luas. Komunikasi internasional ini berfungsi untuk mendinamisasikan hubungan internasional yang dijalin oleh dua megara atau lebih. Juga membantu mencapai tujuan hubungan internasional dan meningkatkan capaian-capaian tujuan hubungan internasional dan meningkatkan capaian-capaian yang dikehendaki dari hubungan tersebut. 

Sedang menurut Phil Astrid Soesanto yang diambil dari pendapat Heinz-Dietrich Fischer menyatakan bahwa komunikasi internasional adalah The communication process different countries or nations across frontiers. Atau menurut Santoso Sastropoetro menyatakan maksud komunikasi internasional adalah mempelajari pernyataan antar negara/ pemerintah/bangsa yang bersifat umum melalui lambang-lambang yang berarti. 

Sumarno AP menyimpulkan bahwa komunikasi internasional adalah komunikasi antar bangsa-bangsa yang berada dalam lingkup negara nasional dengan menggunakan pesan-pesan komunikasi yang menyangkut kepentingan diantara bangsa-bangsa yang berada dalam proses komunikasi tersebut. Dalam komunikasi internasional terdapat unsur-unsur kepentingan antar negara secara timbal balik, sehingga terdapat kecenderungan untuk saling menumbuhkan pengertian dan saling meyakinkan serta tidak mustahil untuk saling mempengaruhi. 

Komunikasi internasional dapat dibedakan dari hubungan internasional (International Relation). Hubungan internasional yang berlaku menitik beratkan pada etika internasional sebagai dasar yang menentukan moral internasional, yaitu suatu sikap manusia atau bangsa untuk saling mengindahkan hukum internasional. 

Sebagai gambaran sederhana ada pengertian hubungan internasional menurut Suwardi Wiriatmaja yaitu segala macam hubungan antar bangsa dan kelompok-kelompok bangsa dalam masyarakat dunia dan kekuatan-kekuatan, tekanan-tekanan, proses-proses yang menentukan cara hidup, bertindak dan cara berpikir manusia. Hubungan internasional bertujuan memelihara keseimbangan hubungan antar bangsa dalam keadaan tenteram dan damai, tidak terdapatnya paksaan atau tekanan dari suatu bangsa atau negara terhadap bangsa atau negara lainnya. Sementara pengertian moral internasional adalah suatu sikap utnuk menghindari dari sifat keserakahan manusia atau bangsa dalam pergulatan internasional, sehingga kelompok minoritas tetap dihormati. 

Letak perbedaan antara hubungan internasional dan komunikasi internasional yaitu pada sifat kecenderungan saling mempengaruhi, dimana ide suatu negara, kepentingan, kehendak dan upaya menguasai pikiran negara lain yang ditransfer dalam bentuk kemasan komunikasi dengan berbagai macam device dam motivasi, maka hubungan internasional telah beralih ke komunikasi internasional. Repotnya kedua istilah ini sering bercampur baur. 

Dalam komu nikasi internasional kecenderungan interaksi lebih dipengaruhi oleh kebijaksanaan negara dalam memenuhi kepentingan negara tersebut. Bahkan wujud komunikasi antar bangsa lebih memicu kepada hubungan politik yang dikembangkan ke hubungan bidang-bidang lainnya
PERS SEBAGAI SARANA KEGIATAN JURNALISTIK

PERS SEBAGAI SARANA KEGIATAN JURNALISTIK

Unknown
8:26 PM
1. Pengertian dan Ciri-Ciri Pers 

Istilah “pers” berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti press. Dalam perkembangannya pers mempunyai dua pengertian, yakni pers dalam pengertian luas dan pers dalam pengertian sempit. Pers dalam pengertian luas meliputi segala penerbitan, bahkan termasuk media massa elektronik, radio siaran, dan televisi siaran, sedangkan pers dalam pengertian sempit hanya terbatas pada media massa cetak, yakni surat kabar, majalah, dan buletin kantor berita. 

Fred S. Siebert, Theodore Peterson, dan Wilbur Schramm dalam bukunya yang terkenal berjudul Four Theories of the Press menyatakan bahwa pers di dunia sekarang dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu : 

a. authoritarian press, 

b. libertarian press, 

c. social responsibility press, dan 

d. Soviet Communist press 



2. Fungsi Pers 

a. Fungsi menyiarkan informasi (to inform) 

Menyiarkan informasi merupakan fungsi pers yang pertama dan utama. 

b. Fungsi mendidik (to educate) 

Sebagai sarana pendidikan massa (mass education), surat kabar dan majalah memuat tulisan – tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga khalayak pembaca bertambah pengetahuannya. 

c. Fungsi menghibur (to entertain) 

Hal – hal yang bersifat hiburan sering dimuat oleh surat kabar dan majalah untuk mengimbangi berita – berita berat (hard news) dan artikel yang berbobot. 



d. Fungsi mempengaruhi (to influence) 

Fungsinya yang keempat inilah, yakni fungsi mempengaruhi, yang menyebabkan pers memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. 





B. JURNALISTIK SEBAGAI OBJEK STUDI ILMU KOMUNIKASI 

Istilah jurnalisitik berasal dari bahasa Belanda journalistiek. 



1. Ciri Surat Kabar 

Ciri surat kabar adalah sebagai berikut : 

a. Publisitas 

Pengertian publisitas ialah bahwa surat kabar diperuntukkan umum; karenanya berita, tajuk rencana, artikel, dan lain – lain harus menyangkut kepentingan umum. 

b. Universalitas 

Universalitas sebagai ciri lain dari surat kabar menunjukkan bahwa surat kabar harus memuat aneka berita mengenai kejadian – kejadian di seluruh dunia dan tentang segala aspek kehidupan manusia. 



2. Sifat Surat Kabar 

a. Terekam 

Ini berarti bahwa berita – berita yang disiarkan oleh surat kabar tersusun dalam alinea, kalimat, dan kata – kata yang terdiri atas huruf – huruf, yang dicetak pada kertas. 

b. Menimbulkan perangkat mental secara aktif 

Karena berita surat kabar yang dikomunikasikan kepada khalayak menggunakan bahasa dengan huruf tercetak “mati” di atas kertas, maka untuk dapat mengerti maknanya pembaca harus menggunakan perangkat mentalnya secara aktif. 

c. Pesan Menyangkut Kebutuhan Komunikan 

d. Efek Sesuai Dengan Tujuan 

Tujuan komunikasi melalui media surat kabar dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut : 



1) Apakah tujuannya agar pembaca tahu ? 

2) Apakah tujuannya agar pembaca berubah sikap dan perilakunya ? 

3) Apakah tujuannya agar pembaca meningkat intelektualitasnya ? 

e. Yang Harus Dilakukan Oleh Wartawan Sebagai Komunikator 

KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN MASYARAKAT

KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN MASYARAKAT

Unknown
8:25 PM


A.  HUBUNGAN MASYARAKAT SEBAGAI OBJEK STUDI ILMU KOMUNIKASI
Istilah “hubungan masyarakat” yang disingkat “humas” sebagai terjemahan dari istilah public relations. Public relations merupakan metode komunikasi dan objek studi ilmu komunikasi itu menjadi hubungan masyarakat.


B. HUBUNGAN MASYARAKAT SEBAGAI FUNGSI MANAJEMEN
1.   Hubungan ke Dalam
Hubungan ke dalam pada umumnya adalah hubungan dengan para karyawan.

2.   Hubungan ke Luar
Hubungan ke luar pada umumnya adalah hubungan yang tetap, yakni :
-    hubungan dengan masyarakat sekitar (community relations),
-    hubungan dengan jawatan pemerintah (government relations),
-    hubungan dengan pers (press relations).


C.  Hubungan Masyarakat dan Hubungan Manusiawi
Hubungan manusiawi dalam arti luas ialah interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan. Dan hubungan manusia dalam arti sempit adalah juga interaksi antara seseorang dengan orang lain.
“Hubungan manusiawi dapat dilakukan untuk menghilangkan hambatan – hambatan komunikasi, meniadakan salah pengertian, dan mengembangkan segi konstruktif sifat tabiat manusia.” Demikian kata R. F. Maier dalam bukunya, Priciple of Human Relations.
            Dalam kegiatan hubungan manusiawi terdapat dua jenis konseling, bergantung pada pendekatan (approach) yang dilakukan. Kedua jenis konseling tersebut ialah directive conseling, yakni konseling yang langsung terarah, dan non-directive conseling, yaitu konseling yang tidak langsung terarah.
Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • CODIPRONT (Codeine, Phenyltoloxamine)
    CODIPRONT (Codeine, Phenyltoloxamine)  Obat batuk dengan efek jangka panjang 10 – 12 jam  KOMPOSISI  Codipront Kapsul  Tiap Kapsul mengandun...
  • GARAMYCIN Krim, Salep (Gentamicin Sulfate)
    GARAMYCIN Krim, Salep (Gentamicin Sulfate)  Obat Generik : Gentamicin / Gentamisin Sulfat Obat Bermerek : Balticin, Bioderm, Dermabiotik, De...
  • Jenis - Jenis Obat Kortikosteroid
    Obat Kortikosteroid  Oradexon Tablet dan Injeksi ORADEXON Tablet, Suntik (Dexamethasone / Deksametason) Obat Generik : Dexamethasone...
  • BACTROBAN Krim / Salep Kulit (Mupirocin)
    Nama Obat Generik : Mupirocin / Mupirosin  Nama Obat Bermerek : Bactroban  KOMPOSISI / KANDUNGAN  Tiap 1 gram Bactroban Krim mengandung Mupi...
  • Contoh Latar Belakang Manajemen
    A.     Latar Belakang Manajemen  Sesungguhnya mulai kapan teori manajemen itu ada? Yaitu mulai sejak para pelaku usaha berkecimpung memi...
My Ping in TotalPing.com
My Ping in TotalPing.com

Labels

  • Cara Mengatasi Penyakit
  • Dunia Kesehatan
  • Hukum pidana
  • Manajemen

Popular Posts

  • CODIPRONT (Codeine, Phenyltoloxamine)
    CODIPRONT (Codeine, Phenyltoloxamine)  Obat batuk dengan efek jangka panjang 10 – 12 jam  KOMPOSISI  Codipront Kapsul  Tiap Kapsul mengandun...
  • GARAMYCIN Krim, Salep (Gentamicin Sulfate)
    GARAMYCIN Krim, Salep (Gentamicin Sulfate)  Obat Generik : Gentamicin / Gentamisin Sulfat Obat Bermerek : Balticin, Bioderm, Dermabiotik, De...

Pages

  • Home
Copyright © 2015 Tujuan I - Pendidikan Online . All rights reserved. My Notes Template. Simple Default Template edited by RT Media ™. Powered by Login